Minggu, 29 September 2013

Anies Baswedan: Rule of Law Indonesia Harus Dibereskan

Anies Baswedan (Kompas Images)
KETIKA memberi sambutan dalam Seminar Kriminalisasi Kebijakan Koorporasi: Ancaman  Serius Investasi di Indonesia yang berlangsung di Paramadina Graduate School, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2013), calon presiden Anies Baswedan mengungkapkan bahwa rule of law di Indonesia masih sangat buruk. Dan hal itu, katanya, menjadi hambatan bagi perkembangan investasi di negeri ini.

Anies menilai hal itulah yang menjadi titik lemah bangsa Indonesia. Ia bilang problem ini harus segera dibereskan.

"Sudah menjadi keseharian dan tidak ada kepastian hukum di sini," kata Anies.

Menurut rektor Universitas Paramadina, Jakarta, hanya di rule of law, Indonesia berada di level yang sangat buruk sementara di dua sektor ekonomi dan politik  cukup baik.

"Ekonomi kita oke. Di Politik juga baik karena media memberi banyak perhatian sehingga kasus-kasus penyimpangan politik bisa terbongkar," ujarnya.

Anies  menerangkan, di Indonesia ada demokrasi tetapi tidak ada rule of law. "Sudah saatnya orang-orang dan perusahaan baik berani bergerak untuk bersuara di forum-forum seperti ini agar kondisi ini berubah," kata Anies.